November 16, 2008

Tips Mengembangkan Kekuatan Kepercayaan

Pertama, dimana pun Anda berada, entah di tempat kerja ataupun berada di rumah, gantilah cara berpikiran gagal dengan berpikiran sukses. Pada saat dihadapkan dengan situasi yang sulit, berpikirlah “saya akan menang”, jangan pernah berpikir sebaliknya. Dan ketika Anda bersaing dengan orang lain, berpikirlah “saya yang terbaik”, jangan pernah pula berpikir “saya tidak masuk hitungan”. Jika sebuah peluang muncul, selalulah berpikir “saya mampu melakukannya”, bukan malah sebaliknya. Berpikiran sukses akan mengkondisikan pikiran Anda untuk rencana yang akan menghasilkan keberhasilan. Berpikiran gagal hanya akan mengkondisikan pikiran yang memikirkan pikiran-pikiran yang akan menghasilkan kegagalan.

Kedua, orang yang sukses bukanlah orang yang serba super. Sukses tidak mensyaratkan untuk memiliki IQ yang tinggi. Juga tidak ada yang mistis mengenai sukses. Sukses tidak didasarkan pada nasib. Orang yang sukses hanyalah orang biasa yang telah mengembangkan kepercayaan yang kuat kepada diri sendiri dan pada apa yang mereka kerjakan. Ingatkan selalu pada diri Anda secara berulang-ulang dan rutin bahwa Anda lebih baik daripa yang Anda kira.

Ketiga, besar atau kecilnya keberhsilan Anda ditentukan oleh besar-kecilnya kepercayaan dalam diri Anda, cobalah pikirkan tujuan-tujuan yang kecil, maka harapkanlah hasil-hasil yang kecil pula. Dan cobalah pikirkan tujuan-tujuan yang besar dan dapatkan keberhasilan yang besar. Selalu ingat, gagasan besar dan rencana besar sering kali lebih mudah dan pasti tidak lebih sulit bila dibandingkan gagasan kecil dan rencana kecil.

Percaya Besar!

Read More......

November 11, 2008

Optimis dan Pesimis

Sifat pesimis termasuk inti dari kepribadian. Orang optimis mempunyai kepribadian yang terbuka. Hari depan yang cemerlang, memanggil dan menjadi tantangan yang dapat dikuasai. Dia merasa seperti seorang anak asrama yang dua hari lagi mulai liburan dan dia boleh pulang ke rumah. Segala hal yang baik masih akan dialami dan kepercayaan disertai keinginan hidup dan harapan.

Seseorang pernah mengatakan, bahwa "orang yang optimis selalu menatap matamu, sedangkan orang yang pesimis menatap kakimu". Perhatikan saja pada saat Anda berbicara dengan seseorang. Orang optimis pasti akan selalu menatap mata Anda, dan orang pesimis hampir selalu dapat dipastikan akan menatap kaki Anda.
Dari sikap tersebut saja, menandakan bahwa orang optimis merasa kehidupannya lebih cemerlang, memiliki tujuan ke depan, mempunyai langkah untuk maju. Orang optimis merasa "segalanya mungkin baginya", orang optimis selalu dapat menyelesaikan masalah yang dihadapinya dengan baik dan sebaliknya, orang pesimis merasa dunia ini tidak memihaknya, segalanya terasa sulit dan tidak mungkin. Orang pesimis akan selalu bergantung pada nasib.

Tentukan, orang optimis atau orang pesimiskah Anda?
Read More......